Pengertian Geografi Binatang

Geografi Binatang  sebagai mata kuliah di pelbagai perguruan tinggi {khususnya pada program studi Pendidikan Geografi ) sudah cukup lama keberadaannya. Bahkan sejak di jenjang pendidikan sekolah dasar sampai sekolah lanjutan atas materi tentang binatang atau hewan sudah diberikan. Meskipun materi tentang binatang dapat muncul melalui pelajaran biologi, ilmu pengetahuan alam atau geografi. Dengan demikian kedudukan binatang atau hewan memang dipandang penting bagi kehidupan manusia. Persoalannya bagaimana masing-masing pelajaran itu menguraikan binatang atau hewan dari sudut pandang keilmuannya. Karena obyek yang sama (binatang) akan bermakna lain ketika disiplin ilmu yang berbeda mengkajinya.

Biologi sebagai ilmu yang mempelajari mahluk hidup akan membahas binatang atau hewan lebih menitik beratkan pada faal atau tubuh binatang itu. Bagaimana susunan tulang, aliran darah, sistem reproduksi, makanan, penyakit dan perilaku binatang. Geografi memandang hewan (selanjutnya istilah hewan digunakan dari pada istilah binatang, lebih dari sekedar pertimbangan rasa bahasa dan etika, tetapi juga karena istilah hewan lebih cocok untuk kehidupan sehari-hari) sebagai salah satu fenomena biosfer (tumbuhan dan hewan) yang sangat berpengaruh terhadap manusia dan sebaliknya. Geografi membahas hewan menggunakan konsep-konsep geografi yang menitik beratkan pada lokasi, persebaran, interaksi dan prediksinya. Oleh karena itu pada bab-bab awal disampaikan  pengertian Geografi secara agak lengkap, kemudian pemahaman hewan disampaikan untuk memudahkan pembaca mengerti kedua hal (Geografi dan Hewan) yang digabung menjadi mata kuliah Geografi Hewan.

Salah satu konsep Geografi adalah konsep nilai guna. Konsep ini sangat tepat ketika diterapkan pada kajian obyek hewan. Pada kenyataannya manusia telah menggunakan hewan sejak awal kehidupannya. Pada zaman purba manusia sudah bergelar pemburu ketika mengejar-ngejar hewan sebagai makanannya, bahkan sampai sekarangpun gelar pemburu masih disandang nelayan Jepang dan Finlandia yang memburu ikan paus.

Kaum nomaden di jazirah Arab sangat terkenal dengan ribuan ternaknya (domba,unta), demikian pula istilah cowboy yang sangat legendaris di Amerika Serikat. Cowboy sesungguhnya adalah penggembala sapi yang dengan gagahnya menunggang kuda sambil membawa pistol mengusir perampok atau binatang liar. Peternak adalah gelar bagi mereka yang secara sengaja memelihara hewan, mulai dari perkawinan, bertelur, penetasan, pembesaran sampai pemanfaatan daging, telur, susu atau bulunya.Geografi juga mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena. Dengan mengetahui perbedaan jenis hewan yang ada atau perbedaan produksi telur atau daging, seseorang terinspirasi menjadi pedagang hewan. Mereka akan membeli ke daerah yang mempunyai kelebihan hewan tertentu dan menjualnya ke daerah yang masih memerlukan. Dengan demikian kebutuhan gizi yang berasal dari hewan sebagian adalah jasa para pedagang. Pedagang hewan ternak besar (sapi,kerbau,kuda) yang disebut blantik pada masanya adalah orang terpandang karena kekayaan hartanya.  Dengan demikian kedudukan hewan bagi kehidupan manusia sungguh amat penting. Oleh karena itu Geografi berusaha menyumbangkan kajiannya agar masyarakat semakin menyadari betapa pentingnya hewan ( pada bab akhir disampaikan pengaruh hewan terhadap manusia ) bagi manusia. Diharapkan manusia menjadi sadar, bahwa perbuatannya yang bersifat merusak, boros dan mementingkan diri sendiri (demi menikmati suara burung manusia rela memburu ke hutan-hutan sampai punah) dapat mengancam kehidupan hewan, padahal manusia akan mengalami berbagai kesulitan ketika hewan tertentu hilang atau langka.

Petani di desa merasakan kewalahan menjaga sawahnya yang diserang tikus karena ular pemakan tikus banyak diburu untuk dimakan dagingnya. Hubungan timbal balik atau interaksi manusia dan hewan akan dibahas secara lebih mendalam pada bab-bab akhir. Meskipun materi hewan sudah menjadi bahan pelajaran sejak sekolah dasar, tetapi buku-buku yang ber kenaan dengan Geografi Hewan masih sangat langka. Rupanya tidak hanya hewannya saja yang langka, tetapi bukunyapun ikut langka. Oleh karena itu diktat ini hendak mengawali sebuah usaha mengenalkan hewan dari sudut pandang geografi. Pada akhirnya masyarakat, terutama generasi muda, semakin terta rik dengan dunia hewan yang sungguh besar manfaatnya bagi manusia. Terlebih bila dikaitkan dengan situasi ekonomi negara Indonesia. Bagaimana mungkin sebuah negara besar dengan kekayaan alam yang sungguh luar biasa masih menyandang status negara berkembang. Konon ada pakar kelautan yang berani menjamin negara ini akan menjadi negara swasembada di berbagai bidang cukup dengan kemam puan mengelola perikanan laut saja. Lebih dari 3 juta km2 laut kita menyediakan berba gai jenis ikan yang melimpah, sampai-sampai menarik nelayan negara lain ikut menguras kekayaan laut kita tanpa bayar pajak alias maling. Belum lagi sabana-sabana di Nusa Tenggara Barat dan Timur yang layak untuk peternakan sapi dan kerbau. Pada akhirnya diktat ini sekedar memberikan sedikit informasi dan menggugah generasi muda (mahasiswa) untuk berani mandiri, berusaha menjadi wirausaha di bidang peternakan, baik sebagai produsen, pengolah atau pedagang.

Sumber : makalah dan diktat geo binatang.Gunardo RB,M.Si UNY

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Atas ↑

INFO LENGKAP TES TOEFL IBT

Panduan dari Pengalaman

Menjadi Seorang Pendidik Muda

Mari Kita Ukir Senyum Indonesia Tercinta

GriyaTawang

- a personal scribble -

Sahabat Disabilitas

Removing barriers to create an inclusive and accessible society for all

%d blogger menyukai ini: