Tanah Warisan Aeilko Gans Zijker untuk Belanda

Ada yang pernah kehabisan bensin saat naik sepeda motor ? Atau, ada yang sempat shock karena harga bensin di Indonesia terbilang mahal ? Pasti berefek ke harga-harga yang lain kan ? Ujung-ujungnya ada demonstrasi di jalanan. Coba kita berpikir lebih kreatif seperti Aeilko Gans Zijker, pria kelahiran 31 Mei 1840 di Nieuw beerta, Groningen Belanda yang pernah menetap di Indonesia pada era 80an. Aeilko Gans Zijker adalah pendiri Royal Dutch pada tahun 1890, sebuah perusahaan energi (minyak dan gas) yang saat ini kita kenal dengan Shell. Penasaran dengan penemuannya ?

Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/File:Shell_kantoor_Den_Haag.JPG

Pada saat itu Aeilko Gans Zijker melakukan eksplorasi minyak di daerah Sumatera. Pada tahun 1890, Ziljker mengubah “Provisional Sumatra Petroleum Company” miliknya menjadi sesuatu yang  lebih substansial, dan pada tanggal 16 Juni 1890, piagam perusahaan Royal Dutch Petroleum Company didirikan di Den Haag. Sejak itulah Royal Dutch Shell plc/Shell Group of Companies ada di Indonesia dalam berbagai aktivitas bisnis.

Sumber: http://www.shell.com/global/aboutshell/who-we-are/our-history/history-of-pecten.html

Berkat penemuannya, pada tahun 1907, Royal Dutch, Belanda (60% saham) bergabung dengan Shell, Inggris (40% saham). Hal ini menyebabkan Royal Dutch menjadi pesaing Standard Oil.

Tahukah kawan-kawan ? Shell kini menjadi perusahaan energi utama di dunia, di samping ada Total, ExxonMobil, dan BP. Shell adalah perusahaan yang terintegrasi secara vertikal dan aktif dalam setiap bidang industri minyak dan gas, termasuk eksplorasi dan produksi juga memiliki kegiatan besar seperti energi terbarukan termasuk di biofuel, hidrogen, tenaga surya dan tenaga angin. Perusahaan ini beroperasi di lebih dari 90 negara yang menghasilkan produksi minyak sekitar 3,1 juta barel perhari dan memiliki 44 ribu stasiun layanan diseluruh dunia. Tahun 2011 saja pendapatan Royal Dutch Shell sebesar 378,152 juta dollar dengan keuntungan 20,127 juta dollar serta memiliki 101.000 karyawan.

Bagi Bangsa Belanda dan dunia, Royal Dutch Shell memegang peran penting untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk keperluan memasak, berkendara, dan aliran listrik. Konsumsi gas alam di Belanda hanya sekitar 2/3 dari produksinya, sedangkan sisanya diekspor. Belanda saat ini menjadi eksportir gas alam terbesar kelima di dunia. Pada tahun 2012 saja, ada sekitar 85 miliar meter kubik yang berhasil diproduksi sedangkan di Indonesia hanya sekitar 82 miliar meter kubik.

Ada yang tahu ? Ladang gas alam terbesar di Belanda dan Eropa bagian barat ternyata ada di Groningen, sebuah provinsi di bagian utara Belanda. Tanah Groningen yang cukup luas ini ternyata dulu adalah tempat kelahiran Aeilko Gans Zijker !

Gambar 3. Natural Gas Field in Groningen

Sumber : https://www.stratfor.com/analysis/netherlands-conditions-are-ripe-protest

Belanda secara bertahap mengganti seluruh kebutuhan bahan bakarnya dengan gas. Hampir setiap rumah tangga menggunakan gas alam, dan lebih dari sepuluh ribu rumah kaca serta sekitar lima ribu perusahaan mempunyai saluran gas alam. Bagi pemerintah Belanda, gas alam adalah sumber pendapatan. Negara mendapatkan keuntungan. Harga gas alam dikaitkan dengan harga minyak, dan jika harga minyak terus naik, maka naik pula pendapatan negara dari gas alam.

Apakah ladang gas alam di Groningen pernah diterjang gempa bumi ? Bahkan sering ! Royal Netherlands Meteorological Institute mencatat, sekitar 1012 gempa telah terjadi di sana sejak tahun 1986 sampai akhir 2013. Yang paling parah adalah pada tanggal 16 Agustus 2012 sebesar 3.6 skala richter yang merusak banyak rumah dan bangunan. Peristiwa itu menjadi pembelajaran berharga bagi Bangsa Belanda, terutama Royal Dutch Shell untuk lebih meningkatkan keselamatan. Pada awal tahun 2014 akhirnya Provinsi Groningen menerima kompensasi sebesar 1,2 miliar Euro.

Gambar 4. Connexxion Bus Berbahan Bakar Gas

Sumber : http://www.nederlandsov.nl/bussen/Connexxion/91

Berkat pengolahan gas alam yang efisien, 16,8 juta populasi penduduk di Belanda menerima manfaatnya dalam kegiatan sehari-hari, untuk aliran listrik, memasak, maupun berkendaraan yang berbahan bakar gas seperti Arriva, Syntus, Connexxion, Breng, DB Regio, NMBS, Veolia dan DB Regionalbahn Westfalen. Kegigihan bangsa Belanda, kerja keras, serta semangatnya dalam terus berinovasi, sekalipun wilayahnya hanya memiliki luas 41.526 km2 ternyata telah member kontribusi besar untuk penyediaan energi di dunia.

Tidak hanya pada natural gas saja, inovasi negeri bunga tulip ini telah kita ketahui dari pemanfaatan panel surya, pengolahan air, kincir angin, bahkan yang baru-baru ini adalah gelombang laut !

Royal Dutch Shell pun kini semakin berkembang dan melebarkan sayapnya di berbagai negara sebagai eksportir minyak dan gas. Ia menjadi tanah warisan berharga Aeilko Gans Zijker untuk Bangsa Belanda dan dunia. Semangat Bangsa Belanda untuk berinovasi, berpikir kreatif dengan memanfaatkan sumber daya tanah, air, udara, dan panas inilah yang perlu untuk kita contoh.

Gambar 5. Belanda yang Menyimpan Sejuta Inovasi

Sumber: http://www.unify.bg/en/2013-09-16-10-07-25.html

Masyarakat Belanda tidak ada waktu untuk mengeluh, bahkan demo di jalanan jika negaranya tertimpa masalah. Mereka berpikir di atas rata-rata, “Apa yang dapat kami kerjakan untuk mengatasinya ?” Mereka pun kemudian melakukan riset dan pemerintah akan memfasilitasinya. Belanda yang sumber daya alamnya terbatas saja mampu, bagaimana dengan Indonesia ?

Mari renungkan quote bijak Frank Westerman ini :

“The Lord has answered our prayers and pointed us to the natural gas under our feet. But first we need to build a harbor with jetties.”

Referensi :

http://migas.esdm.go.id/berita-kemigasan/detail/3489/Sejarah-Penemuan-Minyak-di-Dunia

http://www.shell.co.id/id/aboutshell/shell-businesses/profile.html

http://www.indexmundi.com/g/r.aspx?c=nl&v=136

http://en.wikipedia.org/wiki/Royal_Dutch_Shell

http://www.knmi.nl/cms/content/17457/seismologie

http://www.nlog.nl/en/reserves/Groningen.html

http://www.nytimes.com/2015/02/19/business/international/groningen-dutch-gas-field-safety-earthquake.html

http://www.dwarshuis.com/earthquakes-groningen-gas-field/history-groningen-gas/#

http://www.nederlandsov.nl/bussen/Connexxion/91

Oleh : 

Janu Muhammad (Universitas Negeri Yogyakarta)

Peserta Holland Writing Competition 2015

 http://hwc2015.nvo.or.id/

LKTI, Conference, Summit, dan Youth Forum : Mau Pilih Mana ?

Menjadi mahasiswa sarjana belum lengkap rasanya jika hanya kuliah di kelas dan langsung pulang ke kos-kosan. Ada waktu-waktu yang akhirnya terbuang percuma, padahal sebenarnya jika dimanfaatkan akan menghasilkan prestasi yang luar biasa. Kebanyakan mereka yang setelah kuliah langsung pulang alias kupu-kupu ya di kos entah tidur atau belajar. Kebanyakan yang saya lihat seperti itu, cenderung tidak produktif. Nah, ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi. Antara mahasiswa itu IPK nya top banget (tinggi), biasa saja, atau bahkan rendah. Pertanyaannya, apakah ilmu-ilmu di kuliah itu sudah dirasa cukup untuk bekal masa depan di dunia kerja ?

Saya langsung menjawab, jelas belum cukup. Mahasiswa perlu iklim non akademik di luar perkuliahan untuk mengekspresikan minat dan bakat. Keikutsertaan di organisasi kampus akhirnya menjadi pilihan menjanjikan. Selain akan ditempa karakter kepemimpinan, mengikuti organisasi apapun akan menambah nilai plus pada diri kita. Apa saja yang didapatkan ? Contohnya adalah skill komunikasi, jiwa sosial, keterbukaan terhadap dunia luar, dan tentunya sebuah semangat untuk berkarya.

Saya mencoba merefleksikan, ternyata berawal dari organisasilah yang membawa saya akhirnya ‘terjun’ ke luar kampus untuk mengikuti beberapa event. Ya, prinsipnya selagi ada niat, usaha, dan persiapan pendanaan insyaAllah akan terwujud. Sudah berapa event ya yang saya ikuti ? Saya tidak bisa menyebutkan jumlah spesifiknya, ada yang jadi peserta, finalis, delegasi daerah, atau jawara kalau baru rejekinya. Berikut ini saya akan berbagi beberapa jenis kegiatan yang biasanya diikuti mahasiswa dari angkatan muda sampai angkatan tua seperti saya saat ini. Saya membaginya ke dalam jenis : LKTI, Conference, Summit, dan Youth Forum.

Pertama adalah LKTI ^

Pasti semua juga sudah tahu bahwa LKTI itu singkatan dari Lomba Karya Tulis Ilmiah kan ? Biasanya berupa kompetisi karya tulis. Penyelenggaranya bisa dari organisasi kampus atau organisasi luar. Tema yang diangkat pun dapat bermacam-macam, tergantung tujuan dan isu yang ‘hot’ saat itu. Ada yang tentang lingkungan, AFTA, pendidikan Islam, bahkan ada juga politik. Intinya tergantung kebijakan panitia, yang penting dapat menari masa banyak.Bagaimana manfaat ikut LKTI ? Kita dapat mengasah kekritisan kita yang dituangkan dalam bentuk tulisan ilmiah sesuai EYD. Kita diajak berpikir analisis, tetapi juga jangan dijadikan serius ya. Yang penting kita sudah nyaman dengan tema, nyaman dengan tim, dan kompak! Itu resepnya. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah : pintar-pintarnya kita pilih LKTI, lihat dulu siapa penyelenggaranya apakah institusi resmi ? Biaya pendaftarannya mahal tidak ? Bagaimana dengan proporsi hadiah ? Jika tempatnya jauh (misal saya di Jogja, dan lombanya di Padang) apakah hadiah sebanding dengan tiket PP ? Kalau ada bantuan dari kampus ya oke-oke saja, tapi kalau tidak ? Pasti akan pikir-pikir… Pengalaman saya ikut LKTI sebenarnya sudah sejak SMA, jadi ya sedikit tahu sejak ikut KIR di SMA N 2 Yogyakarta.

LKTI Geografi di Klaten

Kedua adalah Conference

Apa itu conference ? Jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia artinya konferensi. Menurut KBBI, konferensi adalah rapat atau pertemuan untuk berunding atau bertukar pendapat. Pengalaman saya pernah mengikuti beberapa konferensi, baik nasional maupun internasional. Ada yang memang hanya forum konferensi mahasiswa dan bertukar pendapat melalui focus group discussion, ada pula yang mensyaratkan membuat paper (1-10 halaman) untuk menuangkan ide. Biasanya kegiatan seperti ini berbayar, kalau bisa cari yang gratis, pasti akan sangat kompetitif. Ketika itu saya pernah mengikuti National Youth Conference di Jakarta, National Education Conference di Bandung, National Student Conference di Yogyakarta, dan beberapa konferensi internasional. Kita akan lebih tahu bagaimana melakukan presentasi ide dan gagasan, atau hasil penelitian dan akan mendapatkan feed bcak dari audience. Biasanya dia kahir acara akan ada pengumuman seperti best paper, best speaker, dan lain sebagainya. Ada juga oleh-oleh buku prosiding, bahkan bisa jurnal ilmiah ber ISBN. Sebenarnya motivasi lain kalau ikut conference adalah jalan-jalan atau cari kenalan, #eh. Iya itu penting juga kok ya ? Alhamdulillah saat ini jaringan  semakin luas.

 

International Petrogasdays Conference, UI Jakarta

Ketiga adalah Summit

Saya tidak tahu persis arti summit, hanya menyimpulkan secara subjektif bahwa summit adalah sejenis pertemua dalam skala besar. Kalau dalam bahasa Inggris artinya puncak. Jadi ya seperti itu, agak susah menjelaskannya. Secara teknis, summit mengangkat beberapa tema di mana peserta dapat memilih tema yang sesuai minatnya. Misal nih, saya suka pendidikan, maka saya memilih tema ini. Nanti akan dikelompokkan sesuai tema yang dipilih, begitu gambarannya. Lalu apa yang dilakukan di summit ? Biasanya ada round table discussion, idea project, dan semacam hasil diskusi. Biasnya di akhir acara ada beberapa orang yang presentasi mewakili cluster/kelompok. Nah, saya lebih suka ikut yang memang ada proses seleksinya, bukan sekadar summit yang itu semua orang bisa ikut. Mengapa ? Ya kualitas lah yang diharapkan. Orang-orang yang saya temui dulu biasanya mereka yang aktif di organisasi, jago ngomong, dan proaktif deh. Setelah selesai summit, diharapakan ide itu dapat terealisasikan.Saya pernah ikut Young Engineers and Scientis Summit dan Yout Environmental Leaders Summit di ITS Surabaya, terakhir kemarin ikut Indonesian Youth Summit di UGM.

YELS 2013 ITS Surabaya

Keempat adalah Youth Forum

Sebenarnya agak mirim dengan summit, entah dari sisi apa bisa dibedakan. Menurut saya Youth Forum ini lebih ke leadership development atau dengan teman-tema khusus di mana para pemuda bisa bebas menyampaikan pendapatnya dan ada para inspiring speakers yang hadir. Salah satu Youth Forum yang paling WOW dan mantab adalah Youth Adventure dan Youth Leaders Forum yang diadakan oleh Gerakan Mari Berbagi. Saya menjadi peserta tahun 2014. Ada 47 pemuka pemuda yang terpilih setelah seleksi super ketat mulai dari aplikasi, wawancara di Kemenpora, dan proposal program. Tipsnya : carilah Youth Forum yang benar-benar credible penyelenggaranya, bukan yang baru saja terbentuk lalu tiba-tiba open application. Simak tujuan acaranya, simak kualifikasi yang diminta. Kalau yang memang oke, pasti seleksinya kompetitif, bukan cuma mengisi formulir pendaftaran yang cuma satu lembar. Jadi, dipilih-pilih, jangan asal ikut teman ya. Tips juga nih,  sesuai passion dan cita-citamu. Boleh sih ikut banyak, tapi akan lebih baik jika fokus pada bsiang yang kita minati. Misalnya saya lebih ke education forum atau sejenisnya.

YA & YLF 2014

Sepertinya baru ini yang bisa saya tulis. Sebenarnya masih banyak yang pengin saya ceritakan. Semoga di lain kesempatan ya. Selamat memilih kegiatan-kegiatan di atas, pastikan itu akan memberi efek baik untuk menambah nilai plus diri kita dan memberikan kebermanfaatan bagi orang-orang di sekitar kita. Jadi ya, bukan seberapa banyak event-event yang kita ikuti, tetapi sudah seberapa besar kontribusi kita untuk masyarakat setelah pulang dari kegiatan-kegiatan itu ? Hayo pilih yang mana ? 🙂

Ayo mendaftar YA & YLF 2015 : klik http://www.g-mb.org